Bunda Wajib Tau! Tak Disangka, 4 Hal yang Sering Dilakukan ini Ternyata Bisa Sebabkan Kelainan Kaki pada Anak!

Posted on

Pada kisaran usia 12-18 bulan, ketika kaki anak mulai sanggup menanggung bobot tubuh dan ia mulai bisa berjalan, Bunda mungkin melihat kaki Si Kecil tampak bengkok. Kaki anak dianggap bengkok bila kedua pergelangan kaki bisa rapat, sementara lutut tidak saling menyentuh. Namun Bunda tidak perlu cemas karena kondisi ini masih dianggap normal pada anak-anak yang berusia di bawah 18 bulan.

Kaki bayi menjadi bengkok karena posisi mereka di dalam rahim. Kondisi ini biasanya lebih tampak ketika anak mulai dapat berdiri dan berjalan. Namun, seiring bertambahnya usia Si Kecil, kaki akan makin melurus. Pada umumnya, kondisi ini akan menghilang pada usia tiga tahun. Selanjutnya pada usia 7-8 tahun, anak sudah memiliki bentuk kaki yang akan bertahan hingga dia dewasa.

Kepentingan pengobatan untuk menangani kondisi kaki bengkok ini biasanya jarang, kecuali bila kurva atau lengkungan kaki tergolong parah hingga diperlukan tindakan pembedahan untuk memperbaikinya. Sementara itu, penggunaan penjepit kaki atau sepatu khusus untuk mengoreksi bentuk kaki, pada kenyataannya tidak lagi direkomendasikan oleh sebagian besar pakar karena dikhawatirkan dapat menyebabkan masalah lebih jauh pada perkembangan fisik anak. Sejumlah kebiasaan dalam mengasuh anak ternyata bisa mengganggu pertumbuhan kaki bayi.

Dikutip Tribunnews dari Nakita, setidaknya ada 4 kebiasaan yang bisa menyebabkan hal itu :

1. Duduk dengan posisi huruf W.

Bayi menyukai duduk dengan posisi ini. Tapi jika kita biasakan itu sama saja menstimulasi kakinya untuk menjadi tidak normal, bengkok dan melengkung keluar. Jadi, anak di usia berapa pun tidak boleh duduk dengan posisi W. Kalau alasannya bayi belum bisa duduk dengan seimbang, lebih baik jangan paksakan bayi duduk sendiri. Jika saatnya dia sudah bisa duduk sendiri, duduk bersila atau kaki selonjoran ke depan bukan masalah karena dia tidak akan jatuh. Duduk bersila atau selonjor akan membuat kaki terstimulasi untuk berotasi ke dalam.

2. Pakai diaper terus.

Jika kita melihat si kecil berjalan dengan posisi kaki melebar ke samping, bisa jadi diaper adalah penyebabnya. Malah jika anak sudah terbiasa dengan diaper, saat dilepas dia tidak akan mampu untuk berdiri dan berjalan dengan kaki lurus. Jika kita luruskan anak tidak akan mempunyai keseimbangan, dan dia malah akan semakin melebarkan kakinya dengan tujuan untuk mendapatkan keseimbangan saat berdiri dan berjalan. Sayang, kan? Bukan berarti mengenakan diaper tidak boleh. Hanya saja jangan dibiasakan setiap waktu. Jadi jika ingin menggendong bayi, lakukanlah dengan cara yang tidak membuat kaki anak terbuka.

Contoh, menggendong dengan posisi mendekap bayi, bayi berbaring, atau menyandarkan dada bayi ke salah satu dada kita dengan posisi tegak.

4. Membiasakan anak menggunakan baby walker.

Saat duduk di baby walker posisi kaki bayi biasanya melengkung ke arah luar dan berjinjit. Nah, jika ini berlangsung lama dan sering, akan membuat bayi jinjit saat berjalan tanpa baby walker. Dengan mengetahui kebiasaan-kebiasaan yang mengganggu pertumbuhan kaki bayi, tentunya ayah dan ibu kini bertekad untuk menjalani kebiasaan-kebiasaan baru yang mendukung pertumbuhan kaki.

Memilih Alas Kaki Pertama untuk Anak

Pada anak balita atau usia bayi di bawah lima tahun, pertumbuhan kaki sangat cepat dan penting bagi tulang kaki dan jari-jari kakinya untuk dapat tumbuh lurus. Tulang-tulang pada jari kaki bayi masih lembut seperti saat mereka baru lahir. Bila Bunda memakaikan kaos kaki atau sepatu yang ketat, tulang-tulang tersebut dikhawatirkan tidak bisa lurus dan tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, dukung perkembangan kakinya dengan memperhatikan beberapa hal berikut dalam memilih alas kaki pertama untuk Si Kecil.

  • Ukuran. Pakaikan kaus kaki dan sepatu dengan ukuran yang tepat, jangan yang ketat atau terlalu longgar. Bila tumit sepatu terlepas dari tumit anak ketika dia berjinjit, berarti ukuran sepatu terlalu besar.
  • Bahan. Untuk kaos kaki, utamakan yang berbahan katun. Sedangkan untuk sepatu, pilihlah yang berbahan alami seperti katun, kanvas, maupun kulit demi mendapatkan sirkulasi udara yang lebih baik. Di lain sisi, sepatu berbahan plastik berisiko membuat kaki-kaki berkeringat dan bergesekan serta bisa menyebabkan infeksi jamur.
  • Pengikat sepatu. Pilihlah sepatu dengan tali, ikatan, gesper, atau perekat velcro karena dapat menahan tumit di tempatnya dan menghindari jari kaki tergelincir ke depan sehingga melukai jari kaki.

Perhatikan tumbuh kembang bayi, termasuk memantau pertumbuhan kakinya. Waspadai jika kaki anak masih terlihat bengkok ketika sudah berusia lebih dari tiga tahun. Bila hal itu terjadi, periksakan kepada dokter spesialis anak untuk menjalani pemeriksaan tulang dan gizi.

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *