Saat Makan Bersama dengan Pria Teman Kencan Butanya yang Kerap ke Toilet Itu, Diam-diam Dia pun Mengikutinya dan Kali Ini Langsung Memutuskan Menikah!

Posted on

Di usiaku yang sudah 28 tahun ini belum juga punya pacar. Ibuku mulai khawatir melihat aku yang masih sendiri hingga saat ini. Minggu lalu, ibuku kembali mengenalkan seorang pria untukku. Pria ini adalah anak teman sepupu ibu yang juga masih sendiri, ibu menyuruhku menemuinya malam minggu nanti untuk makan bersama dengannya. Kali ini, aku tidak bisa menolak lagi. Sejak lulus kuliah, ibu selalu mendesakku untuk mencari teman pria.

Kalau hanya sekadar mendesak mencari cowok sih tidak apa-apa, tapi ibu memaksaku untuk kencan buta, membuatku jengkel saja. Bukan aku yang tak mau mencari cowok, masalahnya cowok sekarang sukanya yang berparas cantik dan bertubuh sintal. Sementara parasku biasa-biasa saja, dan bukan idaman cowok. Aku juga kecewa kalau tidak bisa juga mendapatkan cowok, tapi aku fokuskan semua kekecewaan itu pada pekerjaan. Aku bekerja keras setelah lulus kuliah hingga akhirnya menjadi supervisor di kantorku sekarang. Saat tibanya kencan buta, aku sedikit berdandan, dan menemuinya di sebuah restoran. Setelah saling mengenalkan diri, kami pun memesan makanan, sosok pria ini terlihat lembut dan santun.

Secara keseluruhan, kesannya cukup baik di mataku, gaya bicaranya halus dan sikapnya pun lembut, hanya saja ia sering bolak balik ke toilet saat sedang makan, sehingga membuatku bingung, kenapa sih selalu begitu saat sedang makan, gumamku dalam hati. Tapi setelah dia kembali dan makan beberapa suap, dia pun minta ijin ke toilet lagi. Di saat itu, aku pun merasa ada yang ganjil dengan sikapnya. Keenam kalinya ketika dia ingin ke toilet lagi, aku pun tak tahan lagi lalu mengikutinya secara diam-diam dari belakang. Ketika sampai di depan pintu toilet, tiba-tiba ia batuk dengan sangat kencang! Aku pun kaget melihat batuknya sampai segitunya dan ketika dia membalikkan badannya, dia pun kaget melihatku berada di sana dan kembali batuk dengan kencang.

Suasananya menjadi agak kikuk saat itu, dan aku pun menanyakannya, apa karena batuk, sehingga membuatnya sering ke toilet. Dia mengangguk, dan dia bilang tidak bisa makan makanan pedas, tapi dia tetap memesan makanan yang pedas, karena mendengar aku suka pedas. Karena itulah dia berusaha menahan batuknya dan langsung ke toilet saat akan batuk. Jawabannya ini langsung membuat hatiku tesentuh dan merasa bersalah! Dia tak lupa memikirkan aku saat memesan makanan, sementara aku mengabaikannya, dan tidak bertanya padanya tentang makanan kesukaannya, dia malah memesan semua makanan pedas kesukaanku.

Makanan pedas itu memang fatal bagi seseorang yang tidak bisa makan makanan pedas. Sosok pria yang penuh perhatian dan polos sepertinya itu sulit ditemui lagi di zaman now. pada saat itu, aku pun memutuskan kalau mau menikah juga harus dengan sosok pria sepertinya. Dan kencan buta kali ini memberiku sebuah pelajaran yang berharga, yakni harus saling peduli, terutama saat kencan buta. Aku benar-benar merasa inilah cowok yang aku cari-cari selama ini. Sejak saat itu, kami pun mulai sering mengobrol dan akhirnya memutuskan menjalin hubungan yang lebih serius. Tak lama kemudian, dia pun melamarku. Aku benar-benar bahagia dan berharap kehidupan kami ke depannya akan langgeng abadi dalam kebahagiaan.

Loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *